b4

Belajar bahasa Korea ternyata mudah

l안녕하세요 친구(annyeong haseo chingu = apa kabar teman)

gan, kita belajar bahasa Korea yuk? seperti potongan judul thread ini“Yang Niat Aja”, kenapa ane bilang begitu? soalnya thread ini terlalu banyak isinya, kalo cuma asal baca ga akan mungkin masuk ke otak
jadi kalo yang merasa ga niat, harap jangan dibaca.

repost? sepertinya begitu

bukannya ga cinta sama bahasa sendiri, tapi disini ane cuma mau mengajak kaskusers belajar bahasa asing, biar bisa sedikit ngerti gitu kalo nonton film drama korea
jujur aja ane dulu ga terlalu suka sama Korea, tapi semuanya berubah ketika online gambeling news negara api menyerang *eh tapi semuanya berubah setelah ane kenal dengan SNSD (a.k.a Girls Generation )

oke langsung aja. siapin buku sama pulpen!
dimulai dari perkenalan huruf ya ____

Tahapan pertama dalam belajar bahasa korea adalah hafal dan mengerti huruf abjad korea atau yang lebih di kenal dengan hangeul ( 한글 ), kemudian di ikuti cara menulis dan membacanya. Berikut huruf abjad korea yang harus kita hafal :

Konsonan :
1. ㄱ ==> G
2. ㄴ ==> N
3. ㄷ ==> D
4. ㄹ ==> R/L (PERLU DIPERHATIKAN! untuk huruf ” ㄹ “ bilamana berposisi di atas, maka pembacaanya sebagai huruf ” R” tetapi bilamana berposisi di bawah ( sebagai konsonan akhir atau badchim ) maka pembacaanya sebagai huruf ” L “ *contoh: 계실 겁니까? = gyesilkkeomnikka? = apakah anda akan tinggal?)

5. ㅁ ==> M
6. ㅂ ==> B
7. ㅅ ==> S
8. ㅇ ==> NG
9. ㅈ ==> J
10. ㅊ ==> CH
11. ㅋ ==> Q
12. ㅌ ==> TH
13. ㅍ ==> PH
14. ㅎ ==> H
15. ㄲ ==> K
16. ㄸ ==> T
17. ㅃ ==> P
18. ㅆ ==> SS
19. ㅉ ==> C

Catatan : Pembacaan badchim ( konsonan akhir ) pada huruf ㅅ, ㅈ, ㅊ, ㅌ, ㄷ, ㅆ, dan ㅉ akan di baca konsonan ” T/D “
Contoh :
맛 ==> badchim ㅅ di sini pembacaanya bukan sebagai ” S ” melainkan di baca sebagai ” T ” ==> Mat
맞 다 ==> badchim ㅈ pembacaanya sebagai ” T ” dan berbunyi ” Mat da ” bukan di baca sebagai ” Maj da “
Pembacaan Badchim ( konsonan akhir ) ” ㅂ ” pada pembacaan korea, akan di baca sebagai huruf konsonan ” M “
Contoh :
일 합니다 ==> badchim ㅂ di sini pembacaan sebagai ” M ” ==> il hamnida. bukan di baca sebagai ” B ” ( il habnida)
갑 니다 ==> badchim ㅂ di baca sebagai ” M ” ==> gamnida. Bukan sebagai gabnida

Vokal :
1. 아 ==> A : Anak
2. 야 ==> YA : Ya
3. 어 ==> Eo : Order, Cowok
4. 여 ==> Yoe : Yogyakarta
5. 오 ==> O : Go
6. 요 ==> Yo : Loyo
7. 우 ==> U : Untuk
8. 유 ==> YU : Sayur
9. 으 ==> EU : Enyah
10. 이 ==> I : Indah
11. 애 ==> AE : Elok
12. 얘 ==> YAE
13. 에 ==> E : Enak
14. 예 ==> YE
15. 외 ==> OI ==> WE ( merupakan gabungan vokal 오 dan 이 )
16. 와 ==> OA ==> WA ( merupakan gabungan vokal 오 dan 아 )
17. 왜 ==> OAE ==> WAE ( merupakan gabungan vokal 오 dan 애 )
18. 워 ==> UOE ==> WOE ( merupakan gabungan vokal 우 dan 어 )
19. 웨 ==>UE ==> WE ( merupakan gabungan vokal 우 dan 에 )
20. 위 ==> UI ==> WI ( merupakan gabungan vokal 우 dan 이 )
21. 의 ==> EUI ( merupakan gabungan vokal 으 dan 이 )

Untuk lebih mudah menghafal abjad korea dan pegucapannya, hendaknya kita memfokuskan pada huruf tunggal terlebih dahulu, baru di ikuti huruf ganda ( gabungan ). Pada pengucapan huruf ganda terbentuk berdasarkan bunyi huruf dasar yang melekat di dalamnya, contoh : 와 ==> oa ( wa ) kita harus terlebih dahulu tahu dan mengerti huruf 오 dan 아, bunyi yang di hasilkan tinggal mengikuti perpaduan bunyi dari keduanya.
Contoh lain pada vokal ganda: 아 ==> a, akan berbunyi ” Ya ” setelah ada tambahan garis “- ” ( 야 ) yang mengarah ke kanan, jadi garis tambahan tersebt bisa di artikan ” Y ” pada vokal. contoh pada vokal 오 ==> o, akan berbunyi ” Yo ” setelah di tambahkan garis yang mengarah ke atas ( 요 ). Dapat di simpulkan bahwa garis tambahan pada vokal berati ” Y “. Sekali lagi kesimpulan cara awal menghafal huruf abjad korea, terletak pada huruf tunggal, baik sebagai konsonan ataupun vokal.

ㄱ (g) + ㅏ (a) = 가 (ga)
ㄴ (n) + ㅑ (ya) = 냐 (nya)

untuk suku kata mati

ㅁ (m) + ㅗ (o) + ㄴ (n) = 몬 (mon)
ㅂ (b) + ㅜ (u) + ㅇ(ng) = 붕 (bung )

lalu huruf vokal tidak bisa berdiri sendiri, jadi harus selalu diikuti huruf konsonan.
misalnya huruf u (ㅜ) dalam kata uri (kami/kita)
tidak bisa ditulis ㅜ (u)리 (ri)
huruf ㅜ tidak bisa ditulis tanpa huruf konsonan
jadi harus ditambah dengan ㅇ (ng)

우 리 uri
아 빠 apa
엄 마 eomma

o (ng) menjadi tidak berbunyi bila di diukuti dengan huruf vokal.
o (ng) hanya berbunyi bila diletakkan di bawah.

misalnya

몽 (mong)
빵 (pang)
짱 (cang)
1. huruf hidup yang menyamping spt ㅏ a, ㅑ ya, ㅓ eo ,ㅕ yeo, l i, ㅐ ae, ㅒ yae, ㅔ ye, ㅖ yae disambung disamping
contoh 가 (ga), 비 (bi), 래 (rae)

2. huruf hidup yang kebawah ㅗ o ㅛ yo ㅜ u ㅠ you ㅡ eu disambung kebawah
contoh 모 (mo), 쓰 (seu) , 푸 (pu)

3. suku kata mati. misalnya dak, dong, mak….
huruf ketiganya disambung dibawah
dak 닥
dong 동
mak 막

sumber: http://mhemyy.blogspot.com/2012/02/belajar-bahasa-korea-ternyata-mudah.html

b3

Budaya Korea yang Mengubah Hidup

Suasana di kereta bawah tanah di Seoul, Korea Selatan, Jumat (23/11). Dalam perjalanan, banyak orang, terutama kaum muda, menghabiskan waktu dengan mengutak-atik ponsel. Dari peranti elektronik inilah, mereka melihat video dan mendengarkan lagu-lagu favorit, termasuk K-Pop.

Tidak perlu alasan yang rumit bagi Tirza Anindya Putri (23) untuk memutuskan pergi meninggalkan kampung halamannya, Madiun, Jawa Timur, dan melanjutkan pendidikan S-2 di Korea Selatan. Magnet kuat yang menariknya hingga menempuh jarak ribuan kilometer, melintasi negara, adalah Super Junior atau yang dikenal dengan SuJu, ”boyband” yang menjadi ikon pop Korea atau K-Pop yang mendunia dalam delapan tahun terakhir.

Tirza atau yang akrab disapa Tia, mengatakan, kegemarannya terhadap K-Pop sudah dimulai sejak SMA, sekitar lima tahun silam. Pascalulus kuliah dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana, dia pun menyimpan keinginan besar free 3 reel slots untuk bertemu dengan artis favoritnya, SuJu, di negara asalnya, Korea.

Keinginan itu pun disampaikan kepada kedua orangtuanya. Beruntung, ayahnya yang merupakan salah satu pemilik toko emas di Madiun, memberikan respons jauh melebihi dari yang dibayangkan sebelumnya.

”Daripada sekadar main-main, hanya bertemu SuJu dan setelah itu pulang, ayah justru meminta saya agar sekaligus tinggal, dan melanjutkan kuliah di sini,” ujar Tia, saat ditemui di Incheon, Korsel.

Saat ini, Tia tercatat sebagai mahasiswa yang baru saja menempuh tahun pertama untuk program pascasarjana manajemen bisnis di Hanyang University di Seoul. Tanpa disadari, Tia sebenarnya sudah mempersiapkan dirinya untuk pergi ke Korea, dengan belajar bahasa Korea secara otodidak dari lirik-lirik lagu K-Pop yang didengarnya. Kemampuannya berbahasa Korea semakin dimantapkan dengan program pembelajaran bahasa yang diberikan dalam empat bulan pertama di Hanyang University.

Setelah tinggal di Seoul, Tia pun ingin mengetahui lebih jauh tentang budaya pop Korea. Sembari kuliah, saat ini dia sekaligus mengambil kursus tari dan kursus aransemen musik.

Semuanya, tentu saja, dilakukannya sebagai bagian dari eksplorasi, menuntaskan rasa ingin tahunya tentang pentas musik K-Pop yang kerap ditontonnya. Setelah lulus kuliah S-2, dia pun berharap bisa diterima bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang entertainment di Korea.

Saat ini, dia pun merasa semakin betah dan menyenangi segala sesuatu yang ditemui dalam keseharian, mulai dari makanan hingga teman-teman kuliahnya. ”Di sini, banyak teman kuliah yang ganteng-ganteng seperti artis K-Pop,” ujarnya terkekeh.

Makin populernya nama Korea di dunia internasional, mendorong semakin banyak orang untuk memilihnya sebagai negara tujuan untuk belajar dan menimba ilmu. Kasubdit Promosi Wilayah Asia Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jordi Parliama, adalah salah satunya. Tahun ini, dia baru saja mengantarkan putra sulungnya kuliah desain grafis di salah satu perguruan tinggi di Busan, Korsel.

Embel-embel lulusan Korea, diharapkan dapat memberikan pengharapan akan masa depan yang lebih baik karena banyak perusahaan Korea mengembangkan sayap ke berbagai negara termasuk Indonesia.

Selain itu, Korea dianggap sebagai negara yang tepat untuk memberikan bekal pengalaman dan penguasaan bahasa lain selain bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia.

”Di tengah persaingan dalam dunia kerja yang semakin ketat, setiap orang saat ini harus memiliki keahlian menguasai bahasa lain selain bahasa Inggris,” ujarnya.

Konsuler Kedutaan Besar Republik Indonesia di Korsel, Bambang Witjaksono, mengatakan, dalam tiga tahun terakhir, jumlah orang muda yang menempuh kuliah di Korsel meningkat cukup signifikan. Jika pada tahun 2009 terdata 200 orang, maka tahun 2012 ini jumlah mahasiswa asal Indonesia terdata berkisar 600-700 orang. Sekitar 70 persen di antaranya adalah mahasiswa laki-laki, dan kebanyakan dari mereka mengambil kuliah teknik atau ilmu sosial.

Witjaksono mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara jelas tentang penyebab meningkatnya minat warga negara Indonesia untuk melanjutkan kuliah di Korea Selatan. Kendatipun demikian, dia memperkirakan bahwa booming budaya Korea juga turut memberikan pengaruh.

Pengaruh Korea

Di Indonesia, pengaruh budaya Korea juga terasa ”menembus” kota kecil seperti Kota Magelang, Jawa Tengah. Asti (24), salah seorang mahasiswa asal Ngentak, Kelurahan Magelang Utara, mengatakan, sejak SMA, dia sudah menggemari segala sesuatu tentang Korea, mulai dari fashion hingga musik K-Pop.

Sama seperti Tia, K-Pop juga memicu minat Asti–yang asli gadis Jawa ini–untuk belajar bahasa Korea secara otodidak.

”Saya ingin mengetahui arti dari lirik lagu-lagu Korea yang saya suka,” ujarnya.

Dia pun belajar bahasa Korea hanya dengan berbekal kamus. Setiap kata dicoba dihafalkan artinya. Untuk melatih pengucapan, dia pun mendengarkan lebih detail lirik lagu yang dilantunkan para penyanyi Korea. Ketika itu, pembelajaran otodidak tersebut berlangsung sekitar satu bulan, dan hingga sekarang, Asti terus berusaha menyempurnakannya.

”Walaupun belum lancar berbahasa Korea, tapi sekarang saya sudah bisa memahami arti kata yang diucapkan artis Korea dalam nyanyiannya, ataupun dalam dialog di serial drama televisi,” ujarnya.

Tidak hanya bahasa, pengaruh budaya Korea ini juga menyebabkan Asti yang sebenarnya tidak terlalu sering mengonsumsi sayuran, menjadi menggemari kimchi, hidangan sayuran khas Korea yang serupa dengan acar, dengan bumbu-bumbu yang sebenarnya asing untuk lidah orang Indonesia.

Di Kota Magelang, juga telah terbentuk komunitas Everlasting Friends (ELF), sebutan bagi para kelompok penggemar SuJu. ELF Kota Magelang saat ini telah memiliki 50 anggota, dengan kisaran usia mulai dari 10 tahun hingga 24 tahun.

Di luar kesibukan sekolah dan kuliah, para anggota ELF ini berkumpul, melakukan beragam aktivitas bersama, mulai dari sekadar mengobrolkan tren fashion Korea sembari menikmati kimchi, hingga latihan menari bersama.

”Kami menyukai berbagai hal tentang Korea,” ujarnya. Saat ini, Asti pun masih memendam perasaan untuk pergi, langsung menjumpai artis-artis idolanya di Korea.

I-Pop

Tren K-Pop yang mendunia ini, mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencoba berinovasi, menciptakan tren budaya serupa, yang disebut Indonesia pop atau I-Pop.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, dalam sejumlah pemberitaan di media massa, mengatakan, sekalipun meniru, sesuai namanya I-Pop haruslah bercita rasa Indonesia.

Agar lagu-lagu I-Pop dapat terkenal dan menjadi hits, penyanyi I-Pop nantinya harus bekerja sama dengan perusahaan besar dunia hiburan. Saat ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah berupaya mendorong pengembangan I-Pop, dan direncanakan musik ini sudah bisa dilihat dan dinikmati masyarakat pada tahun 2014.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, dalam kesempatan terpisah di media online, sempat menyatakan bahwa lagu daerah kita pun berpotensi besar untuk dipopulerkan dan mendunia karena saat ini kesenian daerah sudah memiliki peminat khusus di pasar global.

Dia mencontohkan, musik gamelan sudah pernah tampil di 35 panggung di mancanegara. Di California, Amerika Serikat, gamelan terdapat di 20 kota, dan di Jepang, terdapat 20 kelompok kesenian tradisional Indonesia.

Jadi, apakah lagu ”Ilir-ilir”, lagu tradisional Jawa Tengah bisa sepopuler ”Mr Simple” atau ”Sorry, Sorry Bonamana” dari SuJu? Kita tunggu saja…. (Regina Rukmorini)

b2

Bahasa Asing yang Ingin Dipelajari Perempuan

Setiap perempuan punya alasan dalam memilih bahasa asing yang ingin dipelajarinya, selain bahasa Inggris. Umumnya, negara yang jadi incaran punya andil besar dalam perkembangan dunia yang kian dinamis, selain juga banyak memberikan kesempatan seperti beasiswa.

Alasan lainnya mengapa perempuan ingin menguasai bahasa asing tertentu adalah karena tantangan. Tentu menjadi kebanggaan ketika memiliki keahlian berbahasa asing dengan lafal dan tulisan yang cenderung rumit. Menguasai bahasa asing tertentu menjadi kebanggaan bagi perempuan.

Polling yang dilakukan majalah Chic menunjukkan, negara-negara Asia menjadi incaran sebagian besar perempuan Indonesia. Sebanyak 52 persen perempuan memilih Asia dan ingin belajar bahasa Mandarin, Jepang, juga Korea. Bahasa asing ini dipilih, terutama Mandarin, karena China mulai menguasai pasar dunia. Kebutuhan akan bahasa Mandarin pun dianggap semakin tinggi.

Sedangkan 40 persen responden memilih Eropa, dengan bahasa asing pilihan seperti Perancis, Jerman, dan Belanda. Bahasa Jerman termasuk favorit karena negara ini banyak memberikan kesempatan beasiswa untuk masyarakat dunia termasuk Indonesia. Selain menjadi salah satu persyaratan beasiswa, penguasaan bahasa Jerman akan memudahkan mereka yang berniat melanjutkan pendidikan dan tinggal di negara tujuan. Sementara bahasa lain dari Eropa seperti Perancis, dipilih karena dianggap menantang terutama dalam penulisan dan pelafalan.

Bahasa asing lain seperti Arab juga menjadi pilihan. Namun, hanya delapan persen perempuan yang memilih bahasa Arab sebagai keterampilan lain di luar bahasa Inggris.

Bagaimana dengan Anda, ingin menguasai bahasa asing lainnya?

b1

Tips Wisata Sambil Belajar Bahasa Asing

Anda telah bersiap untuk berpetualang ke luar negeri baik finansial maupun mental. Namun bagaimana bila Anda pergi ke tempat tujuan wisata dengan bahasa setempat yang kurang Anda kuasai.

Contohnya saja Korea, Jepang, Perancis, dan beberapa negara lain yang sangat mencintai bahasa ibunya. Bahkan terkadang penduduk setempat tidak fasih berbahasa Inggris. Nah Apa yang harus Anda lakukan untuk memudahkan Anda dalam berkomunikasi di sana? Berikut beberapa tips yang bisa Anda praktikkan.

Belajarlah bahasa setempat sebelum Anda berangkat. Dalam hal ini bila Anda ingin cukup fasih dalam melakukan perbincangan dengan penduduk setempat, ada baiknya Anda mendaftarkan kursus bahasa tersebut secara resmi yang memang mengeluarkan kocek yang cukup besar.

Apalagi jika Anda berencana melancong di negara tersebut dalam waktu yang lama. Jika Anda yakin dengan negara tujuan Anda, daftar dan belajarlah dua sampai tiga bulan sebelum keberangkatan.

Bila Anda ingin menghemat biaya Anda, Anda dapat belajar otodidak dengan membeli buku percakapan yang dilengkapi CD belajar secara lisan, agar memudahkan Anda dalam melafalkan bahasa negara tujuan wisata Anda. Buku-buku percakapan seperti itu telah banyak dijual di toko-toko buku.

Harga membeli buku tersebut tentu lebih hemat dibandingkan mengambil kursus bahasa. Namun, Anda harus rajin, disiplin, dan konsisten dalam belajar secara otodidak.

Kuasailah frasa-frasa dasar ataupun percakapan dasar. Hafalkan percakapan-percakapan umum yang biasa dipraktikan bila Anda berada di tempat tujuan tersebut. Kata-kata seperti “di mana”, “tolong”, “terima kasih”, “maaf saya tidak pandai berbahasa …”

Halafkan juga percakapan-percakapan umum di sarana umum. Misalnya menanyakan harga, menanyakan cara, menanyakan jalan, dan sebagainya. Biasakan menghafalkan kata kerja dibanding kata benda. Kata benda bisa Anda tunjuk atau gambarkan. Sementara kata kerja susah untuk digambarkan.

Bawalah kertas contekan. Anda dapat menulis kata-kata sifat yang biasanya Anda jumpai di petunjuk jalan. Terutama kata-kata yang berlawanan seperti kata-kata masuk-keluar, atas-bawah, tunggu-pergi, dan sebagainya.

Janganlah ragu meminta bantuan. Selalu ada orang yang bisa berbahasa Inggris. Bisa jadi Anda berada di situasi saat Anda tidak memahami suatu kalimat yang Anda maksud namun Anda hanya mengerti beberapa kata dalam kalimat tersebut.

Jika hal ini terjadi, Anda dapat meminta bantuan kepada penduduk lokal yang Anda ajak bicara. Katakan padanya, “bagaimana saya mengatakan (kata yang Anda maksud) dalam bahasa setempat?”. Lalu Anda dapat memintanya untuk menuliskan di atas kertas sehingga Anda mendapatkan kosa kata baru bahasa setempat.

Makanlah di restoran lokal. Sebaiknya Anda hindari makan di restoran yang menggunakan dua bahasa pada menu makanan mereka. Apalagi jika Anda turis berkantong tipis.

Beberapa restoran tersebut biasanya menawarkan makanan yang sama dengan makanan pinggir jalan namun dengan harga mahal. Harga lebih mahal karena yang sasaran mereka adalah wisatawan asing, bukan penduduk lokal.

Oleh karena itu, makanlah di warung atau restoran yang biasa menjadi tempat makan penduduk setempat, bukan yang ramai dikunjungi turis. Carilah seseorang untuk membantu Anda mengartikan menu makanan tersebut dan mendeskripsikannya agar Anda dapat menikmati makanan enak dengan harga terjangkau.

Berwisata sambil belajar bahasa. Ibarat sambil menyelam minum air. Anda bisa berwisata sekaligus membuat Anda menambah pengetahuan Anda dalam berbahasa asing yang nantinya dapat menjadi modal Anda.

Misalnya saat bekerja di perusahaan asing ataupun membantu teman Anda yang ingin belajar bahasa tersebut. Paling tidak Anda tidak gugup lagi dalam bercakap-cakap bahasa tersebut.

Tersenyumlah. Hal ini memang bahasa yang paling mudah dan paling dimengerti oleh semua orang di seluruh dunia. Bila Anda meminta tolong atau berterima kasih dengan bahasa lokal sambil tersenyum, maka Anda telah membuat suatu kedamaian sederhana antar budaya dan antar negara.